Rabu, 11 Desember 2013

LOMBA MASAK ANTAR WARGA JBE

Pada hari Minggu, tanggal 8 Desember 2013 yang lalu, Ibu-ibu PKK JBE membuat acara yang lumayan heboh, yaitu Lomba Masak antar ibu-ibu dan bapak-bapak. Bekerja sama dengan salah satu produsen minyak goreng dan margarine nasional, lomba diadakan di lapangan basket RT 12. mengambil tema HARI SEHAT WARGA, acara dan Lomba yang dimulai dari pukul 8.30 pagi tersebut mendapat sambutan meriah dari warga JBE.


Acara dimulai dengan sambutan dari bu Iis selaku ketua PKK. Dalam sambutannya Ketua PKK mengharapkan agar acara seperti ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar warga JBE, sehingga saling mengenal dan diharapkan menumbuhkan kepedulian kepada lingkungan JBE. Lalu acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang gizi dan kesehatan pangan oleh Guru Besar dari IPB.  Materi tersebut sebagai bekal kepada ibu-ibu mengenai gizi yang sehat, ciri-ciri orang kurang gizi, makanan yang dapat meningkatkan nilai gizi maupun cara memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Acara inti lomba masak kreasi makanan dan nasi goreng dimulai sekitar pukul 9.30. Acara di ikuti oleh seluruh warga JBE, mulai dari bapak-bapak ibu-ibu, anak-anak. Dengan diiringi musik yang menggelegar, peserta di minta untuk memasak sambil bergoyang sesuai dengan musik yang diputar, sehingga suasana pun menjadi heboh dan banyak mengundang tawa dari peserta maupun warga yang menonton lomba masak tersebut. walaupun terkesan santai, ternyata acara tersebut mendatangkan juri seorang chef profesional dari hotel Sultan untuk menilai hasil masakan dari para peserta.

 
Semoga acara-acar seperti tersebut di atas dapat sering diadaan di lingkungan JBE dan tentunya harapannya juga semakin banyak warga JBE yang mau berpartisipasi dalam acara yang diadakan di lingkungan JBE.
 



Jumat, 06 September 2013

Halal Bi Halal Warga Jatibening Estate

Hari Ahad, tanggal 25 Agustus 2013 yang lalu, warga Jatibaning Estate mengadakan hal bi halal warga. Mengambil tempat di Masjid Baitul Jabar, acara berlangsung sederhana. Acara yang dimulai pukul 7 pagi ini, di awali dengan siraman rohani, lalu dilanjutkan dengan salaman bersama seluruh warga yang hadir dan di akhiri dengan acara favorit yaitu makan-makan. Acara yang dimaksudkan untuk menambah erat jalinan silaturahmi warga ini diharapkan dapat terlaksana setiap tahunnya dan diharakan warga yang berpartisipasi juga semakin banyak.


Masih di hari yang sama warga RT.14 JBE juga mengadakan cara halal bi halal warga RT.14, sekaligus lomba-lomba dalam rangka menyambut 17 Agustus 2013. Acara sederhana ini mengambil tempat di Taman Blok G.8 JBE. Lomba-lomba diadakan baik utnuk anak-anak, ibu-ibu maupun mbak-mbak yang bekerja sebagai ART di wilayah RT.14. Dari mulai lomba wajib yaitu Lomba makan kerupuk untuk anak-anak, pecah balon, lari kelereng sampai lomba untuk ibu-ibunya yaitu makan kacang dengan sumpit.  

Tidak mau kalah dengan RT.14, warga RT.15 juga mengadakan acara halal bi halal dan lomba 17 Agustusan. Lomba di RT.15 ini dimeriahkan dengan lomba Panjat Pinang dengan hadiah yang sangat menggiurkan. Partisipasi warga tampak dalam hal menyumbang hadiah, sehingga hadiah yang terkumpul cukup banyak. Acara berlangsung meriah, apalagi melihat adegan-adegan yang mengundang tawa saat para peserta panjat pinang harus turun naik memanjat pinang yang licin, bahkan kadang merosot dan menimpa teman yang ada di bawahnya. Tapi akhirnya perjuangan peserta terbayar saat hadiah mulai dapat diturunkan. Berbagai peralatan elektronik yang didapat cukup untuk membayar perjuangan mereka hari itu.

Semoga tahun depan acara halal bi halal maupun peringatan 17 Agustus di Jatibening Estate dapat berlangsung lebih meriah.

Senin, 29 April 2013

TOLAK PEMBANGUNAN APARTEMEN DEPAN KANTOR KELURAHAN JATIBENING

Saat ini dilingkungan Jatibening Estate dan sekitarnya, warga sedang hangat dengan kabar pembangunan Apartmen yang berlokasi di depan Kantor Kelurahan Jatibening. Jika dilihat dari lokasi pembangunan, keberadaan apartemen tersebut terkesan di paksakan. Dengan lokasi yang sangat sempit karena hanya berdiri di atas tanah sekitar 1.800 M2, akan dibangun Apartemen dengan jumlah unit sebanyak 418 Unit dengan ketinggian 13 Lantai. 

Dalam rapat antara warga, Pengurus RW 13 dan Pengurus RT se Jatibening Estate pada tanggal 21 April 2013, dihasilkan keputusan bahwa Pengurus RW 13 akan melayangkan surat keebratan kepada Walikota Bekasi atas pembangunan Apartemen tersebut. Surat tersebut telah dikirimkan oleh Pengurus RW 13 kepada Walikota Bekasi dengan tembusan ke Ketua DPRD Kota Bekasi, Kementrian Lingkungan Hidup, Camat Pondok Gede serta instansi terkait lainnya dengan surat tertanggal 24 April 2013.

Beberapa hal yaang menjadi alasan keberatan warga Jatibening Estate atas pendirian apartemen sesuai yang ada dalam surat Pengurus RW 13 adalah sebagai berikut:


1.     Daya Tampung Lingkungan Tempat lokasi Apartemen Berada.

Bahwa secara kasat mata dapat dilihat daya tampung lingkungan tempat lokasi apartemen berada tidak memenuhi syarat untuk pembangunan high rise building (bangunan tingkat tinggi) seperti apartemen city terace. Lingkungan tersebut merupakan lingkungan padat penduduk dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Sehingga bisa dipastikan jika terdapat bangunan tingkat tinggi seperti apartemen city terace, akan menambah kepadatan yang selama ini sudah tinggi.

Hal tersebut tentunya akan menyebabkan lingkungan mengalami over daya tampung. Seperti  berkurangnya lahan resapan air, lahan pembuangan air, tempat parkir untuk penghuni apartemen belum lagi masalah lingkungan lainnya.


2.      Lokasi Apartemen merupakan tempat sarana pendidikan berada.

Bahwa dalam jarak radius sekitar 20 Meter dari lokasi apartemen terdapat 3 Sekolah dasar (SD) Negeri dengan jumlah murid yang sangat banyak. Bisa dipastikan dalam hal terdapat apartemen dilingkungan tersebut akan sangat menganggu lingkungan tempat belajar mengajar tersebut. Belum lagi gangguan yang akan terjadi selama masa pembangunan, masalah polusi debu dan yang lain-lainnya. Gangguan terhadap proses belajar mengajar di SD tersebut akan semakin bertambah pada saat apartemen sudah dihuni, dengan banyaknya kendaraan milik penghuni apaprtemen yang keluar masuk dari apartemen tersebut.

Perlu Bapak ketahui, bahwa warga Jatibening Estate, demi menjaga suasana proses belajar mengajar di SD agar tidak terganggu, telah rela tidak menfungsikan pintu keluar masuk yang berada di dekat SD tersebut. Sehingga proses belajar mengajar di SD tersebut tidak terganggu dengan lalu lalang kendaraan milik warga Jatibening Estate.

3.     Penggunaan Sumur Air Tanah Dalam (Deep Well) akan mematikan sumur warga sekitar.

Perlu Bapak ketahui bahwa dilingkungan Jatibening Estate dan sekitarnya tidak terdapat instalasi PDAM. Sehingga sumber utama air bagi  warga perumahan Jatibening Estate dan Kampung sekitarnya adalah sumur air tanah dengan kedalama rata-rata sekitar 35-40 meter. Dalam hal apartemen citty teracce menggunakan sumur air tanah dalam (deep well) dimana kedalamannya minimal adalah 150 Meter, bisa dipastikan semua sumur air tanah milik warga yang berada dikedalaman 35 – 40 Meter akan mati dan kering.

Penggunaan air tanah dalam sebagai sumber air utama (kebutuhan sehari-hari) untuk penghuni apartement, kolam renang serta semua fasilitas apartement akan menyebabkan penurunan permukaan air tanah dan merugikan bagi warga di sekitarnya, di dalam hal ini termasuk perumahan Jatibening Estate dan warga sekitarnya.

4.      Terbukti Pengembang Ruko Jatibening Park Yang juga merupakan pengembang Apartemen Buruk Dalam Mrlakukan Pengelolaan Lingkungan. 

Sejak adanya pembangunan ruko (yang juga dibangun oleh pengembang apartement) di tempat tersebut, air hujan mengalir masuk ke perumahan Jatibening Estate. Hal ini terjadi karena sistem  resapan air yang dibangun oleh pengembang tidak mampu untuk menampung air hujan dikarenakan kapasitasnya kecil serta pemeliharaan yang kurang dan saluran air utama di tepi jalan Ratna yang sudah tidak berfungsi karena tidak ada perbaikan dan pemeliharaan dari Pemerintah Kota Bekasi

Perumahan Jatibening Estate yang daerahnya memang lebih rendah akan menjadi tempat pembuangan air limbah tidak saja dari apartement tetapi juga air hujan yang jatuh ke jalan Ratna  yang hal ini bukan saja menyebabkan daerah kami tidak sehat tetapi juga menyebabkan jalan lingkungan di perumahan Jatibening Estate bertambah rusak.

Belum lagi dengan jumlah unit 418 kamar, maka akan muncul masalah parkira mobil bagi penghuni apartemen. Jika dari 418 Unit, pemilik unit apartemen tersebut, 75% memiliki 1 Mobil, maka akan ada sekitar 300 mobil yang harus disediakan parkiranya. Dengan lahan sesempit itu, akan ditaruh dimana parkiran mobil penghuni apartemen tersebut. Bisa jadi, sebagaian penghuni apartemen akan parkir di dalam kompleks Jatibening Estate di blok yang berdekatan dengan kelurahan, dan naik ke apartemen tinggal jalan kaki melalui pintu sebelah kelurahan.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Pengurus RW 13, mengharapkan dukungan warga untuk ikut menolak pembangunan Apartemen di depan Kelurahan Jatibening, mengingat keberadaannya akan berpengaruh kepada lingkungan Jatibening Estate.
 

Senin, 21 Januari 2013

SOLIDARITAS MENEMBUS BATAS

Desa Tujuan
Mengasyikan, menegangkan, butuh kesabaran yang tinggi dan yang jelas butuh keberanian dan keikhlasan. Itulah secuil kesan perjalanan menembus daerah banjir menuju Desa Pantai Mekar Muara Gembong Bekasi Utara team Jatibening Estate mengantarkan langsung bantuan untuk korban banjir di Bekasi Utara pada hari Minggu tanggal 20 januari 2013. Menggunakan 3 mobil pribadi dan 1 pick up penuh barang, anggota rombongan yang terdiri dari Bu Budi Harsono beserta anak dan menantunya, Pak Mirza Chaidir Sekeluarga, Bu Nurhasmi, Ibu Ifa dan Pak Arys beserta beberapa ibu dan remaja masjid Al Jabar, berangkat setelah sholat dhuhur dari masjid Al Jabar. Menyusuri Tol Bintara kemudian masuk ke Jalan kali Abang tengah sampai dengan daerah Babelan dan Cabangbungin, baru lanjut ke Kecamatan Muara Gembong. Total sekitar 68 KM harus ditempuh dalam waktu 4 Jam lebih untuk sampai di Desa Paling Ujung Di Muara Gembong tersebut.

Ibu-ibu Cantik Menuju Muara Gembong
Perjalanan mulai mengasyikan dan menegangkan terjadi selepas Daerah Ekplorasi Pertamina Di Kecamatan Cabangbungin. Jalanan dengan kontur beton rusak yang tertutup lumpur hampir setengah ban Pajero Sport-nya Pak Mirza pun harus dilibas oleh team dari Jatibening Estate. Menyusuri sisi sungai dengan tanggul tanah rawan longsor setinggi 5 Meter dimana air sungai tersebut tinggal 1 meter lagi dari tanggul, mau tidak mau membuat hati dag dig dug, kalo-kalo tiba-tiba air sungai tersebut meluap seperti sehari sebelumnya. Belum lagi bahaya jebolnya tanggul tanah setinggi 5 meter tersebut mau tidak mau membuat team harus menambah keberanian dan banyak-banyak berzikir sepanjang jalan.

Tanggul Tanah Sisi Sungai Setinggi 5 Meter
Kondisi Jalanan Menuju Desa Pantai Mekar
Serah Terima Bantuan Kepada Kades Pantai Mekar







Rombongan sampai di Desa Pantai Mekar sekitar Pukul 5.30 Sore. Diterima langsung oleh Kepala Desa Pantai Mekar Pak Darman yang terlihat bahagia menyambut kedatangan rombongan dari Jatibening Estate, yang datang bersama rombongan dari Komunitas Bisnis Tangan Di Atas Bekasi dan rombongan dari Perumahan Taman Cikas.   Pak Kades menyampaikan terima kasih kepada warga Jati Bening Estate atas bantuan yang diberikan, karena Desa Pantai Mekar merupakan salah satu desa yang parah terkena banjir akan tetapi paling minim bantuan.  Jadi bantuan dari Warga JBE tentunya sangat berarti bagi warga Desa Pantai Mekar. 
Di balik musibah selalu ada hikmah, kalo tidak ada bencana banjir, tidak akan ada sulaturahmi antara warga Desa Pantai Mekar dengan warga Jati Bening Estate. Kita juga tidak akan pernah tahu, bahwa diluar sana masih banyak warga yag membutuhkan bantuan kita. Semoga sumbangan dari Warga Jatibening Estate mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin....


Foto-foto Lain

Packing Bantuan Di Halaman Masjid Al Jabar JBE


Kondisi Banjir hari ke 6 Mulai Surut












 
 

Senin, 10 September 2012

HALAL BI HALAL WARGA RT.14 JBE

Mumpung masih di bulan Syawal dan bau hari raya Idul Fitri masih terasa, pada hari sabtu tanggal 8 September 2012, warga RT.14 Jatibening Estate mengadakan Halal Bi Halal warga. Bertempat di lapangan bulutungakis RT.14,  Halal Bi Halal tersebut dihadiri oleh Warga RT.14 beserta keluarganya. Acara yang dimaksudkan untuk ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar penghuni tersebut berlangsung meriah.



Tampak hadir dalam acara Halal Bi Halal ini, beberapa tokoh RT.14, seperti Pak Arief Wardana, Pak Dody Prawira dan Pak Erwin.  Acara di awali dengan senam pagi bersama di lapangan bulutangkis. Dengan mengundang instruktur senam yang profesional, warga terlihat antusias mengikuti senam. Walaupun dengan nafas ngos-ngosan dan senin-kamis, senam pagi berlangsung dengan ceria dan diringi gelak tawa warga dan anak-anak. setelah Senam pagi bersama, acara selanjutnya adalah sarapan pagi bersama. Dengan menu Bubur Ayam, Soto Madura dan aneka gorengan panas, warga lahap bersantap sambil ngobrol-ngobrol santai, seputar kondisi lingkungan RT.14, dari mulai kebersihan sampai dengan keamanan lingkungan. Acara tersebut juga dimanfaatkan untuk pengundian arisan bulanan ibu-ibu RT.14.

Pada bagian terakhir acara halal bi halal adalah lomba-lomba untuk anak-anak sekaligus pengganti lomba 17 Agustusan yang tidak dapat dilaksanakan karena bersamaan dengan bulan Puasa. Adapun lomba yang diadakan adalah lomba-omba legendaris yang waji aja setiap Agustusan, yaitu makan kerupuk, pecah balon dan lari kelereng. Anak-anak tampak antusias dan bergembira mengikuti lomba, kalah menang tidak menjadi masalah, yang penting semua bergembira dan semua mendapat goddie bag isi jajanan.



Kamis, 17 Mei 2012

Mau Soto Mie ?



Jatibeningestate.blogspot.com - "awal dagang di Jatibening Estate kira-kira sejak tahun 2004", itulah kata yang terlontar dari pedagang soto mie, yang berjualan di depan Apotik, tepatnya di ruko Jatibening Estate.

Bang Ridwan, nama pedagang soto mie sambil memperkenalkan diri dan melayani pelanggangnya menceritakan sebelum mangkal seperti sekarang, dulunya sih selalu keliling di sekitaran kompleks Jatibening Estate. “Alhamdulillah sih, sekarang sudah mangkal dan ngga keliling lagi”, ujarnya ketika kami bertanya sambil menyantap soto mie.

Warga Jatibening Estate yang terbiasa pergi ke kantor lebih awal, ngga bakalan bisa menikmati soto mie bang Ridwan, demikian juga sehabis pulang kantor, sebab dagangannya buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kalau mau menikmati soto mie, ya mungkin tunggu hari sabtu atau minggu di kala libur kantor.

“Untuk memenuhi para pelanggannya, setiap hari saya selalu menyiapkan bahan-bahan yang cukup, agar selalu habis dan tidak menyisakan untuk keesokan” jelasnya kepada Jatibeningestate.blogspot.com, di tempat dagangannya.

“Alhamdulillah semua porsi yang dipersiapkan ludes dibeli oleh para pembeli dan dengan penjualan ini saya mendapat penghasilan yang cukup, lumayan buat nambah-nambahin uang jajan untuk anak dan istri di rumah,” ungkapnya.

Salah satu pembeli, Win (45), warga Jatibening Estate menjelaskan, dirinya membeli soto mie buatan Pak Ridwan, karena rasanya enak dan gurih serta irisan dagingnya banyak apabila dibandingkan dengan tukang soto mie lainnya, ditambah lagi harganya yang terjangkau bagi isi kantongnya.

Rabu, 16 Mei 2012

RUMAH BELAJAR GARASI BACA DAN TAMAN BERMAIN MADANI DI BLOK G.8 No. 16


Taman Bermain Madani merupakan salah satu kegiatan belajar di Rumah Belajar Garasi Baca. Berlokasi di Jati Bening Estate Blok G.8 No.16, Taman Bermain Madani diperuntukan bagi kegiatan belajar dan bermain anak-anak usia 1,5 tahun sampai dengan  maksimal 4 tahun. Rumah Belajar Garasi Baca semdiri didirikan oleh 3 (tiga) ibu-ibu warga Jati Bening Estate yaitu Ibu Yanti Arif, Ibu Mitha dan Ibu Ifa. Ketiganya kemudian membuat Taman Bermain Madani sebagai bagian dari Rumah Belajar, karena prihatin melihat sudah tidak ada sarana pendidikan dan bermain bagi anak terutama TK/PAUD yang bernafaskan Islami di komplek Jati Bening Estate.  

Dengan mengusung konsep bermain dan belajar bersama ini, anak-anak akan diberikan suasana belajar yang sesuia dengan usia anak-anak. Disamping itu, metode belajar juga akan lebih menitik beratkan kepada perkembangan anak secara alami sesuai kemampuannya, tanpa menghilangkan kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh anak yang bersangkutan. Anak-anak juga akan diajarkan dasar-dasar ke Islaman yang sesuai untuk seusiannya. Dengan Biaya masuk dan uang belajar yang terjangkau yaitu Biaya Masuk sekitar 1,5 juta (diskon 30%) dan uang belajar bulanan sekitar 150 ribu, diharapkan dapat memberikan alternatif yang murah bagi ibu-ibu di Jatibening Estate yang mempunyai anak dalam usia 1,5 tahun sampai 4 tahun.

Disamping Taman Bermain Madani, Rumah Belajar Garasi Baca, juga menjadi rumah belajar berbagai macam ketrampilan bagi anak-anak dan ibu-ibu.  Tidak hanya anak-anak dan ibu-ibu dari Jati Bening Estate saja, banyak juga anak-anak dan ibu-ibu dari luar Jati Bening Estateyang pernah belajar kerajinan di Rumah Belajar tersebut. Tercatat beberapa kegiatan yang sering diselenggarakan antara lain membuat keramik, kaos batik dengan teknik Tie dy, membuat cup cake, servietten, kerajinan daur ulang dan yang lain-lain.





Jadi bagi yang punya anak-anak dan tertarik untuk belajar, silahkan datang ke Rumah Belajar garasi Baca di Jati Bening Estate Blok G.8 No.16... SELAMAT BELAJAR.

Senin, 07 Mei 2012

BAZAR HARI KARTINI DAN HARDIKNAS

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, ibu-ibu PKK Komplek Jati Bening Estate kembali mengadakan kegiatan Bazar di Lingkungan Kompleks Jati Bening Estate. Bertempat di depan ruko dan lapangan tenis komplek. Kegiatan Bazar dalam rangka Hari Kartini dan Hardiknas tersebut mendapat sambutan dari warga komplek maupun luar komplek. Tampak stand-stand bazar berderet mulai dari stand fashion, asesoris, aneka kuliner baik makanan maupun minuman sampai mainan anak-anak tersaji di stand-stand milik peserta, sehingga memberikan beragam pilihan bagi pengunjung Bazar. 

Disamping Bazar, diadakan juga kegiatan yang menambah semarak Bazar, antara lain lomba mewarnai dan fashion show untuk anak-anak, lomba balita sehat serta lomba menghias kue dan memasak nasi bakar untuk ibu-ibu.  Peserta lomba sendiri kebanyakan dari warga Komplek Jati Bening Estate sendiri, kecuali untuk lomba anak-anak ada beberapa peserta yang berasal dari warga luar kompleks Jati Bening Estate. 


Kegiatan semacam ini memang perlu rutin diadakan setiap tahunya. Disamping menjadi tempat alternatif warga komplek dalam berbelanja, diharapkan juga menjadi ajang sosialisasi seluruh warga komplek Jati Bening Estate. Terima kasih untuk Ibu-ibu PKK, ditunggu kegiatan-kegiatan selanjutnya. 

Senin, 18 Juli 2011

Permohonan Dana Kegiatan Ramadhan 1432 H

Bekasi, 20 Juni 2011

Nomor : 02/pr/bjbr/VI/2011
Lampiran : 1 (satu) bundel proposal
Perihal : Permohonan Dana Kegiatan Ramadhan 1432 H

Kepada Yth.
Warga Muslim JBE
Di
Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucap puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah memberikan nikmat Iman dan nikmat Islam kepada kita, serta sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Kami sebagai Panitia Kegiatan Ramadhan 1432 H Masjid Baitul Jabbar, Jatibening Estate telah mempersiapkan program kegiatan dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Adapun rincian kegiatan tersebut, kami cantumkan dalam proposal terlampir.

Tentunya kegiatan Ramadhan tersebut membutulikan dana. Oleh karena ALI, kami mengetuk hati Bapak/lbu yang mempunyai kelebihan rejeki mohon dapat membantu memberikan dana sesuai keikhlasan Bapak/lbu melalui Koordinator masing-masing RT sesuai yang terlampir atau dapat disalurkan langsung melalui rekening Masjid Baitul Jabbaar dengan No.Rekening 156 000 1677 113 Bank Mandiri Cabang Jatibening AM Luthfie Arifin.

Demikian atas keikhlasan Bapak/lbu beramal untuk Masjid Baittfl Jabbar, kami Pengurus dan Panitia Ramadhan Masjid Baltul Jabbar mengucapkan terima kasih, semoga ALLAH SWT membalas kebaikan Bapak/lbu dengan nikmat, rahmat dan karunia yang berlipat Ganda.

Amien ya Robbal Alamien

Wassalamualaikum Wr Wb

PANITIA KEGIATAN RAMADHAN 1431H
MASJID BAITUL JABBAAR


Suhendyana
Ketua Panitia


Muhammad Bayu
Sekretaris

Wibisono Hadiputro
Ketua DKM Masjid Baitul Jabbaar

Sabtu, 18 Juni 2011

LAPORAN PERKEMBANGAN PENCEGAHAN BANJIR JBE

Tim kecil Banjir JBE dalam laporan rutin tentang pencegahan banjir di JBE, melaporkan bahwa pihak Jasamarga selaku pengelola jalan tol mulai melakukan persiapan konstruksi pembuatan shipon di sekitar gorong-gorong tol di belakang Blok H.

Pembuatan shipon tersebut, meskipun belum merupakan solusi terbaik agar komplek JBE tidak terkena banjir di kemudian hari, tetap patut kita apresiasi sebagai buah dari hasil perjuangan Tim Kecil Banjir JBE. Pihak Jasamarga belum bersedia membangun gorong-gorong tambahan sebagaimana usulan dari Tim Kecil, namun Jasamarga tetap mengupayakan agar aliran air dari komplek JBE tidak terganggu lagi dengan air limpahan dari Jatibening Permai dan POM Bensin di pintu masuk tol Jatibening, sehingga grong-gorong bawah tol yang sebelumnya hanya untuk aliran air dari komplek JBE kembali ke fungsi semula hanya melayani aliran air dari komplek JBE saja.

Hanya saja kita tetap harus memantau efektifitas shipon baru tersebut, mengingat air limpahan dari Jatibening Permai dan POM Bensin akan dipaksa melewati gorong-gorong kecil (diameter hanya sekitar 90 Cm), padahal aliran air dari Jatibening Permai dan POM Bensin lebih deras. Akan tetapi pihak Jasamarga menjamin tidak akan terjadi luapan ke kawasan JBE. Berdasarkan hal tersebut di atas, warga JBE dan Tim Kecil tentunya tetap harus memantau efektifitas shipon baru tersebut dalam upaya pencegahan banjir di JBE .


Disamping itu, untuk mencegah banjir di JBE, tentunya juga diperlukan partisipasi dari warga JBE itu sendiri diantaranya dengan membuat resapan air di rumah kita masing-masing. Hal yang paling sederhana adalah membuat taman di rumah kita masing-masing. Idealnya masih ada bagian dirumah kita yang berfungsi untuk menyerap air hujan agar bisa masuk ke tanah. Hal tersebut akan membawa keuntungan antara lain (i). akan mengurangi volume air hujan yang jatuh ke gorong-gorong komplek, sehingga mengurangi debit air di gorong-gorong; (ii). Akan menambah cadangan air tanah kita, mengingat di komplek JBE ini kita hanya mengandalkan air tanah untuk kebutuhan kita sehari-hari.

Ayo mulai dari diri kita masing-masing, mungkin hasilnya bukan untuk kita tapi untuk anak cucu kita.

SELAMAT MEMULAI DAN

TERIMA KASIH SUDAH PEDULI KEPADA KOMPLEK KITA

Minggu, 29 Mei 2011

WARGA JATIBENING ESTATE TOLAK PEMBANGUNAN SEKOLAH TANPA IMB & HO MILIK KELUARGA WAKIL KETUA DPR

Sudah hampir satu tahun ini warga Jatibening Estate resah dengan adanya pembangunan sekolah dasar yang berada didalam lingkungan komplek Jatibening Estate. Sekolah yang mengambil lokasi di atas fasos dan fasum warga tersebut ditengarai milik keluarga salah satu wakil ketua DPR RI. Sekolah tersebut berdasarkan informasi warga Jatibening Estate juga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) apalagi izin gangguan (HO).

Pengelola dan pemilik sekolah tersebut terkesan menyepelekan aspirasi warga Jatibening Estate. Walaupun dari awal pembangunannya sudah mendapat teguran secara baik-baik dari warga Jatibening Estate, akan tetapi mereka terkesan menyepelekan asporasi warga Jatibening Estate tersebut. Bahkan walaupun IMB dan HO belum dimiliki, pengelola dan pemilik sekolah dengan arogan tetap melanjutkan pembangunan sekolah tersebut.

Sekolah dasar tersebut sebenarnya dari awal sudah bermasalah, terutama terkait status tanah yang digunakan untuk membangun sekolah tersebut. Berdasarkan informasi dari warga Jatibening Estate, tanah tersebut pada awalnya merupakan fasos dan fasum untuk warga Jatibening Estate dalam bentuk lapangan tenis. Tapi entah bagaimana caranya tanah tersebut tiba-tiba berstatus sebagai tanah hak milik tanpa ada persetujuan ataupun konfirmasi apapun dari warga Jatibening Estate. Pada saat beralih dari fasos & fasum menjadi tanah hak milik, warga Jatibening Estate sebenarnya sudah menyampaikan keberatannya, hanya saja karena pada saat ini Pihak yang mengalihkanamakan tanah tersebut sudah berjanji akan mempertahanakn fungsi tanah sebagai lapangan tennis untuk olah raga warga Jatibening Estate, akhirnya warga Jatibening Estate pun mengalah dan tidak mempersoalkannya lagi.

Tetapi saat ini ternyata tanah fasos dan fasum tersebut ternyata beralih fungsi menjadi gedung sekolah yang dalam pembangunannya ternyata tidak meminta izin dari warga Jatibening Estate. Bahkan IMB dan HO atas sekolah dan bangunanya tersebut juga belum ada. Yang lebih parah lagi adalah, pihak pemilik dan pengelola sekolah juga tidak pernah membuat kajian tentang AMDAL terutama menyangkut pengaruhnya terhadap lingkungan perumahan Jatibening Estate. AMDAL tersebut sangat penting, mengingat peruntukan tanah lingkungan Jatibening Estate, hanyalah untuk kawasan perumahan, tentunya jika akan ada perubahan, maka harus dilakukan kembali kajian lingkungan, terutama menyangkut polusi suara yang akan dihasilkan dari adanya sekolah, dampak sosial misalnya akan banyaknya pedagang keliling yang mangkal di sekolah tersebut sampai dengan kajian lalu lintas lingkungan sekitar sekolah.


Warga Jatibening Estate sangat mengharapkan kesadaran dari pemilik dan pengelola sekolah tersebut. Apalagi ditengarai pemilik sekolah tersebut adalah keluarga salah satu wakil ketua DPR, yang tentunya sebagai keluarga pejabat publik harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat banyak.

Senin, 16 Agustus 2010

Lomba Kebersihan & Keindahan Lingkungan HUT RI ke-65


Bekasi, 9 Agustus 2010

Kepada Yth.
Pengurus RT / PKK RT 04
RW 013 Jatibening Estate
Di Tempat

Hal : Lomba Kebersihan & Keindahan Lingkungan HUT RI ke-65

Dengan hormat,

Sebagai bangsa Indonesia setia memasuki bulan Agustus senantiasa mengingatkan kita akan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Negara kita, Republik Indonesia. Agustus tahun ini, sejak minggu kedua, adalah juga bulan Ramadhan berarti saatnya menjalankan ibadah puasa bagu umat muslim. Sejak awal tahun hal itu sudah kami pertimbangkan, sehingga pengurus PKK RW 013 Jatibening Estate dalam rangka HUT RI ke-65 tidak mengadakan bazaar. Kami mengalihkannya menjadi kegiatan perbaikan lingkungan, seperti pengaspalan jalan yang rusak dan pemagaran sisi kiri jalan masuk utama perumuhan kita.

Untuk mendukung kegiatan yang telah dimulai oleh ibu-ibu PKK, Jatibening Estate tersebut, kami Pengurus PKK RW 013 Jatibening Estate bermaksud melibatkan seluruh Warga Jatibening Estate dalam rangka menjaga dan meningkatkan keindahan dan kebersihan lingkungannya. Sebagai perwujudannya kami akan mengadakan lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan antar RT di lingkungan RW 013 Jatibening Estate.

Adapun kriteria yang dilombakan meliputi :

1. Kebersihan dan kerindangan lingkungan termasuk lapangan di tiap RT.
2. Tepi jalan (kanstin) yang rapih dan bersih (sebaiknya dicat hitam & putih)
3. Tempat sampah yang rapih, tidak ada yang berserakan atau tumpukan sampah di luar tempatnya.

Penilaian akan dimulai tanggal 17 Agustus hingga 22 Agustus 2010. sedangkan pengumuman pemenang akan akan dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2010. Peraih juara I akan mendapatkan piala bergilir dan hadiah-hadiah lain yang menarik.

Lomba lingkungan ini akan kami adakan berdasarkan musyawarah Ibu-Ibu PKK RW 013 Jatibening Estate. Tanpa dukungan dari seluruh warga dan pengurus RT / PKK RT dan Pengurus RW 013 Jatibening Estate rencana ini tidak akan terlaksana. Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PKK RW 013 Jatibening Estate

Ketua
TTD
Welas Budi Harsono

Sekretaris
TTD
Vorin Yudha

Seksi Lingkungan
TTD
Yossy Hendra
Nita Erwin

Mengetahui
Ketua RW 013 Jatibening Estate
TTD
Nurzirwan

Sabtu, 13 Desember 2008

Edisi Desember 2008


Tidak terasa kalender yang menempel di dinding rumah, di kantor atau tempat aktivitas kita, tinggal 1 lembar lagi yang berarti tahun 2008 akan segera berakhir. Menjelang akhir tahun 2008 yang tinggal beberapa hari lagi ini BLOG JBE belum menunjukan perkembangannya, baik dari kualitas maupun kuantitas informasi yang dapat diberikan, khususnya untuk warga JBE. Namun demikian BLOG JBE tetap eksis walaupun hanya dengan tampilan artikel dan informasi seadanya.

Mohon maaf edisi September 2008 tidak bisa hadir ditengah kita, yang seharusnya memuat informasi menarik seperti terpilihnya Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama di Negara super power tidak sempat dipublikasikan, berita-berita tentang resesi dunia dan artikel menjelang Idul Adha 1429 H di JBE.

Untuk edisi kali inipun tampil seadanya dan artikel yang didapat semuanya dari MILIS JBE, namun demikian informasi ini masih layak dan tetap dibutuhkan oleh warga JBE atau setidaknya dapat dijadikan sebagai arsip di masa mendatang. Artikel yang ada meliputi Rambu Jalan di JBE, Surat Pak RW kepada Pemda dan Surat Edaran Qurban 1429 H.

Lagi-lagi berharap banyak di tahun depan yang tinggal beberapa hari lagi, BLOG JBE akan menambah semarak dengan kiriman artikel-artikel yang menarik dari Warga JBE, aminnn …


Rambu Jalan


Siapa nih yg punya hajatan ... sampe2 rambu jalan di "abuse", lagee sunatan kaleee ..., itu cuma nandakan aja bahwa kalau tamu undangan ... 15 km tidak berlaku lagi kalau ngga di undang jangan kecewa dong ... hehehe dan lain sebagainya. Berbagai komentar dilayangkan oleh beberapa warga JBE melalui MILIS JBE dan umumnya komentar yang dilayangkan bernada kesal kepada si pelaku.

Memang sangat disayangkan lingkungan JBE yang indah ini, dikotori dengan berbagai tempelan iklan, undangan dan lain sebagainya. Lihat saja rambu yang ada sudah rusak, yang seharusnya diganti malah lebih tidak enak dipandang lagi dan bahkan tidak terbaca karena tertutup oleh tempelan tersebut.

Sebenarnya banyak cara untuk mengiklankan usahanya atau memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik dan elegan, jangan asal tempel dan tidak bertanggung jawab sehingga mengotori lingkungan JBE.

Yuk ... ! sama-sama kita bersihkan lingkungan JBE dari tempelan dan iklan-iklan liar (sumber Milis JBE).

Surat Ketua RW

Jatibening, 9 Desember 2008

Nomor: 035/RW-13/XII/2008
Perihal: Penambahan Gorong-gorong Baru di Bawah Jalan Tol
Di Kawasan Jatibening Estate

Kepada Yth.
Bapak H. Mochtar Muhamad
Walikota Bekasi
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 1
Bekasi

Dengan hormat,

Menindak-lanjuti surat kami terdahulu No. 18/RW-13/VII/08 tertanggal 7 Juli 2008, perihal Penanggulangan Banjir di Jatibening Estate, dan saran Bapak Walikota sewaktu kunjungan Bapak ke Waduk Jatibening Estate pada saat peresmian pembangunan Gapura Jatibening Estate bulan Juni lalu, maka bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pada tanggal 5 Desember 2008 yang lalu, kami Pengurus RW, ibu-ibu PKK serta tokoh-tokoh masyarakat telah menemui dan mempresentasikan permasalahan banjir di Jatibening Estate, kepada PT Jasa Marga, khususnya Wilayah IV Cikampek. Sebelumnya, pada tanggal 3 Desember 2008, pihak Jasa Marga juga telah meninjau secara langsung Waduk Jatibening Estate dan Gorong-gorong dibawah jalan Tol yang menjadi saluran pembuangan bagi Waduk Jatibening Estate;

2. Hasil pertemuan tersebut pada prinsipnya adalah:

a. Pihak Jasa Marga Wilayah IV sepakat untuk menyampaikan proposal pembuatan Gorong-gorong Baru (Sodetan Baru) di bawah Jalan Tol di kawasan Jatibening Estate kepada Kantor Pusat Jasa Marga;

b. Alasannya, pembuatan Gorong-gorong baru diatas bermanfaat untuk:


i. mengimbangi keberadaan Saluran/Gorong-gorong yang berasal dari Kawasan Perumahan Jatibening Permai dan Jatibening Indah (AL), yang selama 6 (enam) tahun terakhir ini telah terbukti menjadi Beban Lebih (Overload) bagi saluran / gorong-gorong yang sudah ada sebelumnya;


ii. mengembalikan kawasan Jatibening Estate menjadi kawasan bebas banjir sebagaimana awalnya;


iii. mencegah banjir di badan tol itu sendiri (yaitu diruas tol kawasan Jatibening, foto-foto terlampir), yang memang menjadi domain kegiatan Jasa Marga sendiri;


Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dengan ini kami Pengurus RW 013 Jatibening Estate mengharapkan agar Pemda Bekasi dapat segera mem-fasilitasi pertemuan antar pihak (stakeholders) yaitu Pemda Bekasi, Jasa Marga dan Wakil-wakil Masyarakat untuk membentuk Tim Teknis dalam rangka menindak-lanjuti proposal penambahan / pembuatan gorong-gorong baru di bawah jalan tol di kawasan Jatibening Estate. Kami berharap agar permintaan kami dapat dikabulkan, mengingat hampir 800 KK bertempat tinggal di kawasan Jatibening Estate dan warga perumahan kami sangat taat dalam membayar PBB.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kebijakan Bapak, kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat kami,
Pengurus RW 013 Jatibening Estate

Nurzirwan
Ketua
HP +62811 181 8655

Nurcholis
Sekretaris
HP +62816 162 8763

Dodi Prawira
KaBid Lingkungan
HP +62811 862 819

Tembusan:
- Yth. Ketua DPRD Kota Bekasi
- Yth. Kepala Dinas Pengairan Dept. Pekerjaan Umum
- Yth. Kepala Cabang PT Jasa Marga Wilayah IV
- Yth. Bpk. Camat Pondok Gede
- Yth. Bpk. Lurah Jatibening
- Yth. Bpk. Pramono Anung
- Yth. Pengurus RT 01 – 015

Surat Edaran Qurban 1429 H

MASJID BAITUL JABBAAR
Jl. Kepodang Raya, Jatibening Estate, Bekasi
Telepon. 021-8499 6740

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh

Dengan mengucap puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberi nikmat yang tidak terhingga kepada kita semua, khususnya nikmat Iman, Islam dan Sehat, sehingga kita, Insyaallah dapat bertemu kembali dengan Hari Raya Iedul Adha 1429H/2008.

Curahan salam dan Sholawat kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman.


Sehubungan dengan akan tibanya Hari Raya Iedul Adha 1429H, kami Panitia Iedul Adha dan Pangurus DKM Masjid Baitul Jabbaar, telah mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :


  • Sholat Iedul Adha, akan dilakukan dihalaman Masjid Baitul Jabbaar.
  • Petugas Penerimaan Qurban akan siap melayani Bapak/Ibu yang akan menyerahkan qurban mulai tanggal 24-Nov-08 di Aula Masjid Baitul Jabbaar dari pukul 10.00 s/d 21.00. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hewan Qurban yang disiapkan oleh panitia adalah Sapi untuk qurban 7 jiwa.
  • Nilai qurban untuk SATU JIWA Rp. 1.250.000,- (satu juta dua ratus lima puluh ribu), biaya sudah termasuk ongkos potong dan cacah.
  • Panitia tidak menyediakan hewan qurban Kambing, tetapi Panitia akan membantu memotong dan menyalurkan hewan qurban, jika Bapak/Ibu ingin berqurban kambing. Biaya pemotongan, pengulitan, pencacahan dan pembagian adalah Rp. 50.000,- / ekor Kambing.
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga ALLAH SWT memberikan rachmat dan hidayahnya kepada kita semua. Amien.

Walaikumsalam Warahmatullah Wabarokatuh

Bekasi, 24 November 2008

Panitia Idul Adha 1429H


Ferry Seregar
Ketua

Mengetahui


Wibisono H.
Ketua DKM

(Sumber : Milis Jatibening Estate)