Sabtu, 06 September 2008

Pertandingan Futsal

Oleh: Ririen (Karang Taruna)

Acara pertandingan sepak bola yang selalu ditayangkan dini hari di sebagian stasiun televisi, membuat penggemar sepak bola warga JBE yang terdiri dari bapak-bapak dan remaja putra sangat antusias, serta tidak mau ketinggalkan untuk mengadakan pertandingan futsal (sepak bola mini) antar RT dan petugas keamanan.

Pertandingan dimulai tanggal 9 Agustus 2008 jam 9:30 yang bertempat di lapangan utama Blok-B (RT 004). Diawalnya RT 01 melawan RT 014 menjadi pertandingan pertama yang digelar dan dimenangkan oleh RT 014. Pertandingan kedua RT 04 menang WO atas RT 15. Pertandingan ketiga RT 05 melawan RT 012 dan dimenangkan oleh RT 05. Pertandingan keempat RT 011 menang WO atas RT 06.

Pertandingan selanjutnya dilanjutkan sore hari jam 15:30. RT 03 menang WO atas RT 013. Pertandingan selanjutnya antara RT 08 melawan team keamanan dan dimenangkan oleh team keamanan. Pertandingan ke-7 RT 10 menang WO atas RT 09. Pertandingan terakhir hari itu RT 02 menang WO atas RT 07.

Final dilakukan keesokan harinya pada pukul 17:30. RT 04 menang WO atas RT 014 yang tidak dapat hadir pada acara final. Piala akan diberikan kepada RT 04 tanggal 24 Agustus 2008 pada acara Fight Global Warming 2008 yang bertempat di ruko Jatibening Estate. Pembagian hadiah akan dilakukan kurang lebih sehabis Maghrib.

Sangat disayangkan acara pemberian hadiah tidak sempat diliput, namun demikian tidak lupa panitia mengucapkan selamat kepada pemenang pertandingan ini (foto oleh Ririen / Karang Taruna).

17-an di RT 008 (Bagian 1)

Oleh: Redaksi

Perlombaan 17-an di RT 008 tidak luput dari jepretan Pak Muher, wow meriah sekali acaranya. Lomba bakiak yang setiap pasangnya harus diikuti oleh 3 orang, terdiri dari ayah, ibu dan anak menjadi tontotan yang sangat menarik, disamping lucu banget, peserta dituntut harus kompak dalam melangkahkan setiap kakinya.

Perlombaan kedua yang diliput adalah lomba tarik tambang, wah seru banget dan hamper peserta puas, namun ada sebagian yang tangannya lecet-lecet dan bahkan ada yang pegel-pegel, namun semuanya puas setelah mengikuti lomba tarik tambang ini.

Lomba triathlon adalah lomba layaknya latihan TNI, dengan merayap melewati kawat berduri, namun perlombaan ini terbuat dari tali plastik doang. Namun bagi adik-adik kita lomba ini terasa sulit sekali.

Gambar (1) s/d (4) lomba bakiak. Gambar (5) dan (6) lomba tarik tambang dan Gambar (7) dan (8) lomba Triathlon. (Foto oleh Pak Muher)

17-an di RT 008 (Bagian 2)

Oleh: Redaksi

Wah meriah banget acara 17-an di RT 008, semua warganya ngga ketinggalan dari bapak, ibu, remaja dan anak-anak ikut memeriahkan acara yang digelar oleh Panitia. Perlombaan yang selalu diadakan setiap tahun ini kucu sekali, seperti perlombaan bakiak, tarik tambang, balap karung dan masih banyak lagi.

Gambar (1) ttg lomba …………….., Gambar (2) dan (3) ttg lomba racing dan slalom sepeda, ihh hebat banget nih anaknya siapa sih, mungkin udah gedenya jadi pembalap. Gambar (4) dan (10) ibu-ibu RT 008 sibuk menyiapkan konsumsi semua perlombaan. Gambar (5), (6) dan (7) lomba balap karung, ayo nak terus melompat seperti kangguru. Gambar (8), (9) dan (11) lomba tarik tambang, tarik terus sampai menang. Gambar (12) lomba memasukan bola ke keranjang bola basket (Foto oleh Pak Kemal Masjhur).

17-an di RT 008 (Bagian 3 habis)

Oleh : Redaksi

Disamping aneka pertandingan yang dilombakan di RT 008, malam harinya ada pemutaran film layer tancep dan judul film yang diputarnya yaitu “Kungfu Panda”. Penonton yang kebanyakan dari kalangan anak-anak sangat yang antusias sekali, walaupun ada yang sudah pernah menontonnya. Kesempatan ini lagi-lagi tidak disia-siakan oleh putri Pak Kemal Masjhur untuk mengabadikannya, harap maklum kejadian ini kemungkinan ngga bakalan terulang kembali di tahun mendatang.

Pertunjukan film Kungfu Panda telah berakhir dan malam semakin larut, namun anak-anak bukannya kembali ke rumah, melainkan membuka masing-masing membuka dan memasang tenda perkemahan, sepertinya memang sudah dipersiapkan sejak tadi sore oleh anak-anak.

Acara perkemahan dimeriahkan dengan api unggun dan pementasan kembang api, malam itu serasa meriah sekali walaupun sangat sederhana, namun warga dan khususnya anak-anak semakin tidak akan beranjak dari tempat perkemahan ini.
Apa daya kaum bapak-bapak yang sudah lelah dan capai menjadi panitia acara siang hari, terpaksa harus menjaga kemah anak-anaknya, wah selamat begadang deh !. (Foto oleh putri Pak Kemal Masjhur).