Senin, 21 Januari 2013

SOLIDARITAS MENEMBUS BATAS

Desa Tujuan
Mengasyikan, menegangkan, butuh kesabaran yang tinggi dan yang jelas butuh keberanian dan keikhlasan. Itulah secuil kesan perjalanan menembus daerah banjir menuju Desa Pantai Mekar Muara Gembong Bekasi Utara team Jatibening Estate mengantarkan langsung bantuan untuk korban banjir di Bekasi Utara pada hari Minggu tanggal 20 januari 2013. Menggunakan 3 mobil pribadi dan 1 pick up penuh barang, anggota rombongan yang terdiri dari Bu Budi Harsono beserta anak dan menantunya, Pak Mirza Chaidir Sekeluarga, Bu Nurhasmi, Ibu Ifa dan Pak Arys beserta beberapa ibu dan remaja masjid Al Jabar, berangkat setelah sholat dhuhur dari masjid Al Jabar. Menyusuri Tol Bintara kemudian masuk ke Jalan kali Abang tengah sampai dengan daerah Babelan dan Cabangbungin, baru lanjut ke Kecamatan Muara Gembong. Total sekitar 68 KM harus ditempuh dalam waktu 4 Jam lebih untuk sampai di Desa Paling Ujung Di Muara Gembong tersebut.

Ibu-ibu Cantik Menuju Muara Gembong
Perjalanan mulai mengasyikan dan menegangkan terjadi selepas Daerah Ekplorasi Pertamina Di Kecamatan Cabangbungin. Jalanan dengan kontur beton rusak yang tertutup lumpur hampir setengah ban Pajero Sport-nya Pak Mirza pun harus dilibas oleh team dari Jatibening Estate. Menyusuri sisi sungai dengan tanggul tanah rawan longsor setinggi 5 Meter dimana air sungai tersebut tinggal 1 meter lagi dari tanggul, mau tidak mau membuat hati dag dig dug, kalo-kalo tiba-tiba air sungai tersebut meluap seperti sehari sebelumnya. Belum lagi bahaya jebolnya tanggul tanah setinggi 5 meter tersebut mau tidak mau membuat team harus menambah keberanian dan banyak-banyak berzikir sepanjang jalan.

Tanggul Tanah Sisi Sungai Setinggi 5 Meter
Kondisi Jalanan Menuju Desa Pantai Mekar
Serah Terima Bantuan Kepada Kades Pantai Mekar







Rombongan sampai di Desa Pantai Mekar sekitar Pukul 5.30 Sore. Diterima langsung oleh Kepala Desa Pantai Mekar Pak Darman yang terlihat bahagia menyambut kedatangan rombongan dari Jatibening Estate, yang datang bersama rombongan dari Komunitas Bisnis Tangan Di Atas Bekasi dan rombongan dari Perumahan Taman Cikas.   Pak Kades menyampaikan terima kasih kepada warga Jati Bening Estate atas bantuan yang diberikan, karena Desa Pantai Mekar merupakan salah satu desa yang parah terkena banjir akan tetapi paling minim bantuan.  Jadi bantuan dari Warga JBE tentunya sangat berarti bagi warga Desa Pantai Mekar. 
Di balik musibah selalu ada hikmah, kalo tidak ada bencana banjir, tidak akan ada sulaturahmi antara warga Desa Pantai Mekar dengan warga Jati Bening Estate. Kita juga tidak akan pernah tahu, bahwa diluar sana masih banyak warga yag membutuhkan bantuan kita. Semoga sumbangan dari Warga Jatibening Estate mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin....


Foto-foto Lain

Packing Bantuan Di Halaman Masjid Al Jabar JBE


Kondisi Banjir hari ke 6 Mulai Surut












 
 

Senin, 10 September 2012

HALAL BI HALAL WARGA RT.14 JBE

Mumpung masih di bulan Syawal dan bau hari raya Idul Fitri masih terasa, pada hari sabtu tanggal 8 September 2012, warga RT.14 Jatibening Estate mengadakan Halal Bi Halal warga. Bertempat di lapangan bulutungakis RT.14,  Halal Bi Halal tersebut dihadiri oleh Warga RT.14 beserta keluarganya. Acara yang dimaksudkan untuk ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar penghuni tersebut berlangsung meriah.



Tampak hadir dalam acara Halal Bi Halal ini, beberapa tokoh RT.14, seperti Pak Arief Wardana, Pak Dody Prawira dan Pak Erwin.  Acara di awali dengan senam pagi bersama di lapangan bulutangkis. Dengan mengundang instruktur senam yang profesional, warga terlihat antusias mengikuti senam. Walaupun dengan nafas ngos-ngosan dan senin-kamis, senam pagi berlangsung dengan ceria dan diringi gelak tawa warga dan anak-anak. setelah Senam pagi bersama, acara selanjutnya adalah sarapan pagi bersama. Dengan menu Bubur Ayam, Soto Madura dan aneka gorengan panas, warga lahap bersantap sambil ngobrol-ngobrol santai, seputar kondisi lingkungan RT.14, dari mulai kebersihan sampai dengan keamanan lingkungan. Acara tersebut juga dimanfaatkan untuk pengundian arisan bulanan ibu-ibu RT.14.

Pada bagian terakhir acara halal bi halal adalah lomba-lomba untuk anak-anak sekaligus pengganti lomba 17 Agustusan yang tidak dapat dilaksanakan karena bersamaan dengan bulan Puasa. Adapun lomba yang diadakan adalah lomba-omba legendaris yang waji aja setiap Agustusan, yaitu makan kerupuk, pecah balon dan lari kelereng. Anak-anak tampak antusias dan bergembira mengikuti lomba, kalah menang tidak menjadi masalah, yang penting semua bergembira dan semua mendapat goddie bag isi jajanan.



Kamis, 17 Mei 2012

Mau Soto Mie ?



Jatibeningestate.blogspot.com - "awal dagang di Jatibening Estate kira-kira sejak tahun 2004", itulah kata yang terlontar dari pedagang soto mie, yang berjualan di depan Apotik, tepatnya di ruko Jatibening Estate.

Bang Ridwan, nama pedagang soto mie sambil memperkenalkan diri dan melayani pelanggangnya menceritakan sebelum mangkal seperti sekarang, dulunya sih selalu keliling di sekitaran kompleks Jatibening Estate. “Alhamdulillah sih, sekarang sudah mangkal dan ngga keliling lagi”, ujarnya ketika kami bertanya sambil menyantap soto mie.

Warga Jatibening Estate yang terbiasa pergi ke kantor lebih awal, ngga bakalan bisa menikmati soto mie bang Ridwan, demikian juga sehabis pulang kantor, sebab dagangannya buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kalau mau menikmati soto mie, ya mungkin tunggu hari sabtu atau minggu di kala libur kantor.

Untuk memenuhi para pelanggannya, setiap hari saya selalu menyiapkan bahan-bahan yang cukup, agar selalu habis dan tidak menyisakan untuk keesokan” jelasnya kepada Jatibeningestate.blogspot.com, di tempat dagangannya.

Alhamdulillah semua porsi yang dipersiapkan ludes dibeli oleh para pembeli dan dengan penjualan ini saya mendapat penghasilan yang cukup, lumayan buat nambah-nambahin uang jajan untuk anak dan istri di rumah, ungkapnya.

Salah satu pembeli, Win (45), warga Jatibening Estate menjelaskan, dirinya membeli soto mie buatan Pak Ridwan, karena rasanya enak dan gurih serta irisan dagingnya banyak apabila dibandingkan dengan tukang soto mie lainnya, ditambah lagi harganya yang terjangkau bagi isi kantongnya.

Rabu, 16 Mei 2012

RUMAH BELAJAR GARASI BACA DAN TAMAN BERMAIN MADANI DI BLOK G.8 No. 16


Taman Bermain Madani merupakan salah satu kegiatan belajar di Rumah Belajar Garasi Baca. Berlokasi di Jati Bening Estate Blok G.8 No.16, Taman Bermain Madani diperuntukan bagi kegiatan belajar dan bermain anak-anak usia 1,5 tahun sampai dengan  maksimal 4 tahun. Rumah Belajar Garasi Baca semdiri didirikan oleh 3 (tiga) ibu-ibu warga Jati Bening Estate yaitu Ibu Yanti Arif, Ibu Mitha dan Ibu Ifa. Ketiganya kemudian membuat Taman Bermain Madani sebagai bagian dari Rumah Belajar, karena prihatin melihat sudah tidak ada sarana pendidikan dan bermain bagi anak terutama TK/PAUD yang bernafaskan Islami di komplek Jati Bening Estate.  

Dengan mengusung konsep bermain dan belajar bersama ini, anak-anak akan diberikan suasana belajar yang sesuia dengan usia anak-anak. Disamping itu, metode belajar juga akan lebih menitik beratkan kepada perkembangan anak secara alami sesuai kemampuannya, tanpa menghilangkan kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh anak yang bersangkutan. Anak-anak juga akan diajarkan dasar-dasar ke Islaman yang sesuai untuk seusiannya. Dengan Biaya masuk dan uang belajar yang terjangkau yaitu Biaya Masuk sekitar 1,5 juta (diskon 30%) dan uang belajar bulanan sekitar 150 ribu, diharapkan dapat memberikan alternatif yang murah bagi ibu-ibu di Jatibening Estate yang mempunyai anak dalam usia 1,5 tahun sampai 4 tahun.

Disamping Taman Bermain Madani, Rumah Belajar Garasi Baca, juga menjadi rumah belajar berbagai macam ketrampilan bagi anak-anak dan ibu-ibu.  Tidak hanya anak-anak dan ibu-ibu dari Jati Bening Estate saja, banyak juga anak-anak dan ibu-ibu dari luar Jati Bening Estateyang pernah belajar kerajinan di Rumah Belajar tersebut. Tercatat beberapa kegiatan yang sering diselenggarakan antara lain membuat keramik, kaos batik dengan teknik Tie dy, membuat cup cake, servietten, kerajinan daur ulang dan yang lain-lain.





Jadi bagi yang punya anak-anak dan tertarik untuk belajar, silahkan datang ke Rumah Belajar garasi Baca di Jati Bening Estate Blok G.8 No.16... SELAMAT BELAJAR.